Hari ini kesekian kalinya saya ke pantai. Rasanya nggak pernah bosan kalo main ke pantai. Entah pagi, siang (gosong pun nggak papa), sore (Ini yang paling indah), malam (Mau lihat apa kalo malam-malam, lihat pocong? Lihat penunggu pantai?) hahaha.
Sebelum menceritakan tentang pantai, ada baiknya saya menceritakan keadaan saya saat ini. Tepatnya jam 11.35 (Ngantuk berat Cuy). Hanya tidak ingin melewatkan moment ini makanya saya "Terpaksa" menulis.
Saya menceritakan secara garis besar saja. Pertama saya dan Iit Pranata pergi ketempat Photo Studio. Bukan mau photo tapi mau men"scan" photo lama (Maklum, anak rantau, dompet lagi tipis). "Bayarnya sekian dek," ucap Mbak-mbak itu sambil menyerahkan notanya. "Biar aku saja yang membayar," si Iit menjawab. "Waaah ternyata Si Iit ini lagi banyak duit," ucap ku dalam hati. Kata mbak penjaga studio itu "Tunggu 1 jam lagi". Yah terpaksa lah kami keliling-keliling, kalo nunggu disitu selama satu jam (Wah gawat tuh, bosan kelas kakap). Setelah keliling-keliling akhirnya kami bertemu dengan gerobak (Eit bukan sembarangan gerobak loh), yang ini gerobak yang paling bisa membuat dompet saya menipis sedikit. Ya ini dia (Gerobak Si bakwan dan gorengan lainnya). Maklum, saya kan suka sekali dengan Gerobak (Eh salah) gorengan makasudnya.
"Buk, tahu dua, molen dua, bakwan dua, dan ini (Nggak tau namanya, dibilang tahu bukan tahu, dibilang bakwan bukan bakwan) dua," ucap ku sambil memberikan uang sepuluh ribu rupiah. Ibuk itu hanya mengangguk saja.
Setelah itu kami mebeli minuman, dua buah minuman gelas. Setelah itu keliling-keliling lagi.
Terus, si Iit Pranata bertanya lagi "Kita makan dimana?" sambil menunjuk ke kantong plastik besar (Kantongnya aja yg besar tapi isinya cuma 8 buah gorengan) yang telah dipenuhi dengan bakwan dan kawan-kawan.
"Gimana kalo kita makan dipantai aja," saya mengambil inisiatip (Eh salah, 'inisiatif'maksudnya).
"Mboh gua, berarti kito gea ka pante neh (Ini bahasa asing, yang nggak tau, yah silahkan belajar dengan saya).
Kami menyebrangi jalan. "Kito nuhak kawan neh baia lah" si Iit menyarankan.
"Oke,"
"Kenapa tadi kita nggak lewat disini saja ya? Kan ada Zebra cors," sambil garuk-garuk kepala.
Oiya saya lupa, sebelum membeli gorengan, kami mampir dulu ke toko buku (Membeli double tip). Hahaha saking bokeknya, kami patungan beli double tip. Hihihi :D
Kenapa saya merasa bodoh ya? Ah entahlah, Yuk kita lanjutin ceritanya.
Si Iit memutar sepeda motornya. Alaaaaaa Si Tukang parkir telah mengintai, "Si Pattimura" saya terpakasa terbang ke Bapak Parkir itu. "Duit Seribu ku."
Akhirnya kami jalan menuju pantai. Belok kanan, belok kiri, kanan, kiri, lurus, kanan, kiri, lurus, dan sampailah di Pantai Panjang.
"Kita makan disitu saja, kan tukang jualannya nggak ada juga. Jadi, kita nggak akan ditawarin makanan atau minuman lainya," Si Iit bilang begitu. Saya sih nurut aja. Katanya sih ngirit isi dompet.
Eh, nggak berapa lama kemudian datanglah Om-Om yang menawarkan minuman. Secara terpaksa kami memesannya juga. (Udah saya duga dari tadi).
Ini dia taraaaa....
Delapan buah gorengan, dua pasang air mineral, dan dua pasang kelapa muda, siap disantap. Nyam nyam nyami.
Seperti inilah bentuknya kalo lagi bokek. :D Makan pun sambil mejam (Nanti bayar pake apa ya? Pake daun aja It) :D
Soal bokek-bokekan kita tinggalin dulu. Yuk kita sambung ceritanya.
Setelah beberapa saat, datanglah gadis kecil yang ingin mengamen.
"Kau gadis ku yang cantik, coba lihat aku disini, na na na na na..." gadis tersebut sambil senyam-senyum.
"Aku ada duit," si Iit bersemangat.
Aku mulai seneng karena nggak perlu buka dompet lagi.
"Nih," ucap si Iit sambil memberikan uang logam (Lima ratus rupiah). Alaaaah memang lagi sama-sama bokek nampaknya.
"Ya udah, pake duit aku aja," aku pun mengeluarkan "Dua Ribu Rupiah" dari dalam dompet.
Kasian juga kalo cuma ngasih "Lima ratus rupiah" padahal sigadis kecil itu udah bersusah payah menyumbangkan lagu terbaiknya. Malah kami request dua kali. Tapi kalo cuma ngasih segitu bisa langsung tsunami nih si Pantai Panjang.
Setelah beberapa saat, semua menu habis dilahap (Sepertinya sedang lapar berat ni anak).
sebelum
sesudah
Seperti nggak makan tiga hari saja (Hehehhe lebbay deh).
Perut udah kenyang, saatnya kita berpose
.
Lagi sakit kepala kayaknya. (Biasa mikirin dompet).
Yang ini malah lebih parah lagi. Udah pusing tujuh keliling.
Meskipun lagi bokek tapi tetap bahagia karena melihat pantai sedang tersenyum.
Eit, ada yang ketinggalan. Pas bayar parkir kami patungan lagi ( Saya nyumbang lima ratus, Iit nyumbang lima ratus, pas) Yuk kita pulang.












Hahahah yaampun cik
BalasHapus
BalasHapusTRADING ONLINE TERPERCAYA
Platform Trading FOREX berbasis di Indonesia.
Kami menawarkan produk-produk Cryptocurrency & Forex.
✅ Akun Demo Gratis
✅ minimum Deposit 50.000
✅ Bonus Deposit 10%
✅ Customer support 24jam /7 hari
✅ Browser Gadget / komputer
✅ Proses Deposit & withdrawal cepat
✅ Pembayaran profit up to 80%
✅ Bonus Referral 1%
Www.hashtagoption.com
Trading lebih mudah & Rasakan pengalaman Trading dengan profit mudah . Bergabunglah Sekarang di HASHTAG OPTION