Mengapa
Harus Penyiar Radio?
Mengapa harus penyiar radio?
Pertanyaan pertama yang langsung “nongkrong”
dalam otak saya ketika membaca pengumuman di mading kampus. Kenapa sih harus
penyiar radio? Apa untungnya menjadi penyiar radio? Pertanyaan yang bertema
sama datang bertubi-tubi dan sedikit banyak menghantui pikiran saya dalam
beberapa minggu terakhir (ce ileh). Jika ditanya apa yang melatar belakangi
untuk menjadi penyiar radio? Jawabannya simple
sekali. Karena dari dulu, saya ingin menjadi penyiar radio. Yup, kali ini saya
akan memberikan sedikit alasan “Mengapa harus penyiar radio?”
Jika ada pertanyaan, otomatis ada
jawabannya dong. Ya, itu dia, “Ja-wa-ban.” Jika ditanya mengapa harus penyiar
radio? Wah, jawabannya pasti banyak pake
banget nih. Ada banyak sekali alasan
yang harus dijelaskan tentang ini. Hum, sekarang kita bahas satu persatu.
Pertama, menjadi penyiar radio
berarti membuka kesempatan besar untuk menggali wawasan. Jelas, disetiap siaran
selalu ada ilmu atau wawasan yang kita dapat, misalnya dari musik, berita,
gosip dan isu-isu terhangat yang sedang dibicarakan. Otomatis nih, kita nggak bakalan dijuluki “Mr. Kudet atau
Mrs. Kudet.” Meskipun di kosan nggak
punya TV, tapi kita bisa update terus
tentang info-info terkini. Menyenangkan bukan?
Kedua, menjadi penyiar radio membuat
kita punya teman baru. Masa, di kampus teman-temannya itu-itu aja. Kalo empat
tahun kuliah, ketemu yang itu-itu aja bakalan borrring dong, iya kan? Banyak teman, berarti dapat memperluas
wawasan, misalnya kita bisa sharing tentang
kuliah, kampus, organisasi dan sebagainya. Otomatis, informasi yang kita
dapatkan akan semakin bertambah.
Ketiga, menjadi penyiar radio dapat
melatih kemampuan berkomunikasi. Disini kita dituntut untuk bisa berkomunikasi
dengan baik dan menghibur para pendengar.
Keempat, biasanya penyiar radio
banyak menjadi tempat curhat pendengar, secara tidak langsung kita menjadi problem solver bagi masalah orang lain.
Secara tidak langsung, kita telah membantu mereka menyelesaikan masalahnya atau
mengurangi bebannya. Jika mereka puas, kita juga akan merasa senang.
Menyenangkan bukan?
Kelima, membuka banyak pintu kesempatan untuk mengembangkan
potensi diri. Misalnya, mengasah kemampuan berkomunikasi, berinteraksi dengan
orang lain, menyalurkan hobby dan bakat, dan selain itu menjadi penyiar radio
juga menumbuhkan potensi baru dalam diri. Misalnya, menjadi MC atau paling
tidak kita nggak gugup ketika disuruh
presentasi di kelas.
Keenam, meningkatkan kreativitas,
misalnya harus bisa membuat program yang sedang di bawakan menjadi makin
menarik dengan kreativitas-kreativitas di dalamnya.
Nah, banyak kan manfaat dari penyiar
radio. Itu hanya secuil dari alasan “Mengapa harus penyiar radio?” Itu baru
secuil, secuil, secuil dan masih banyak sekali alasan-alasan lainnya yang
membangun. Hum, saya sengaja menulis kata “Secuil” sebanyak tiga kali, karena
memang masih secuil.


