BERMETAMORFOSIS
“Mimpi
apakah aku semalam?”
Kalimat
itu yang aku katakan pada sahabat ku dipagi itu. Hari itu, 10 Februari 2014,
hari perdana kuliah di semester dua. Subhanallah, rasanya baru kemaren aku di
ospek sama kakak tingkat, memakai atribut yang lucu, bertemu dengan teman-teman
baru, suasana baru, dan hal-hal baru yang lainnya. Nggak terasa semester satu telah berlalu. Itulah waktu, terkadang
terasa sangat singkat dan terkadang terasa lama sekali. Seperti lamanya waktu
ku untuk bermetamorfosis.
“Metamorfosis?”
Kata-kata
itu yang sering sekali ku katakan untuk menjawab semua pertanyaan dari
mereka-mereka semua. “Dwi, kenapa kamu seperti itu? Nggak cantik, seperti Ibuk-ibuk. Kamu kelihatan lebih tua karena
berpakaian seperti itu dan bla-bla-bla.” Apa jawabanku? “Alhamdulillah, aku telah
bermetamorfosis,” sambil senyum pada mereka.
Pagi
itu, 10 Februari 2014, aku meminta sahabat ku (Namanya Susi) untuk mengajari
ku, bagaimana caranya berhijab yang benar. Seorang sahabat yang telah membawa
perubahan besar dalam hidup ku. Seorang sahabat yang terkadang seperti Ibu,
terkadang seperti kakak, terkadang seperti Adik, dan terkadang seperti
malaikat. Ya ALLAH, terimakasih Engkau telah kirimkan sahabat yang telah menuntun
ku dijalan-Mu.
Dan
entah kenapa, pagi itu aku merasa cantik sekali. Kerudung merah terhias indah
menutup aurat ku. “Bismillah” kalimat itu yang aku ucapkan.
“Subhanallah,
Dwi, kamu cantik seperti ini. Aku serius. Tetap Istiqamah Dwi.” Ucap sahabat ku
itu.
“Tapi,
bagaimana komentar mereka nantinya. Aku takut,” ucap ku.
“Dwi,
banyak sekali rintangan yang akan datang disaat kamu berjuang dijalan-Nya. Aku
dulu juga seperti itu. Banyak yang bilang bagus dan banyak juga yang bilang
jelek. Jangan hiraukan. Tulikan telinga mu untuk komentar-komentar negatif itu.
Biarkan saja. Tetap istiqamah, aku mendukung mu,” sambil menepuk sedikit bahu
ku.
Dan itu
memang benar. Aku bertemu banyak sekali kerabat-kerabat ku di Universitas
Bengkulu. Banyak sekali komentar-komentar negatif dan positif atas penampilan
baru ku. Dan aku “Masa Bodoh Aja” yang terpenting aku “Cantik di Mata ALLAH.”
Aku ingat
sekali, pesan dari Ukhti ku di UKM Kerohanian KBM Universitas Bengkulu, Mbak
Iin namanya. “Adek, janji ya, akan tetap seperti ini, akan tetap setia dengan
UKM Kerohanian ini. Janji sama Mbak, Adek akan tetap istiqamah dengan semua
ini,” subhanallah ya ALLAH, hidayah apalagi yang Engkau berikan pada hambamu
yang lemah ini. Aku semakin ingin dan semakin ingin memperbaiki diri, Insya
ALLAH.
Dulu aku
sering sekali mengatakan “Kapan ya, aku bisa seperti itu? Aku ingin seperti
itu. Tapi, sikap ku belum pantas jika aku seperti itu. Terus, ibadah ku jelek
sekali, solat saja masih bolong, jarang sekali baca Al-Qur’an, apalagi ibadah
wajib dan sunnah lainnya.” Dan
Subhanallah, ALLAH telah menjawab semua pertanyaan ku. Menutup aurat itu wajib
bagi seorang muslimah. Entah kita solatnya sering bolong, jarang sedekah, jarang
baca Al-Qur’an, jarang jarang beribadah, dan bla-bla-bla. Tetap saja menutup
aurat itu wajib. Dan ketahuilah, setelah aurat kita tertutup. Dengan sendirinya,
kita akan berubah, kita akan menjaga sikap, menjaga tutur kata, dan menjadi
pribadi yang lebih baik. Percayalah wahai Ukhti.
Jadi ingat
kata-kata Murabbi ku “Kita seperti kupu-kupu. Dibenci dan dicaci ketika menjadi
seekor ‘ulat.’ Kita berdiam diri, merenungi diri ketika menjadi ‘kepompong.’
Setelah proses metamorfosis kita selesai, kita akan menjadi seekor ‘kupu-kupu’
yang cantik. Subhanallah. Dan ketahuilah, “Kupu-kupu tak akan pernah tau apa warna sayap
mereka. Tapi orang-orang tau betapa indahnya mereka.”
BERMETAMORFOSIS



