Haulia Dwi Putri

Goresan Pena Kehidupan

DONT MEAN I'M ALONE



DONT MEAN I’M ALONE
          Dingin mengusikku dibalik selimut lusuh dikamar biru ku. Subuh telah datang mengundangkan kedamaian dan ketentraman dibalik suara azan subuh yang sedang berkumandang dengan merdunya. Huh... ku hela nafasku, ku buka mata ku, ku tingalkan selimut lusuh ini. Ada yang berbeda dengan hari itu, ada yang hilang, ada yang pergi. “Ah, mungkin hanya perasaan ku saja,” ucap ku.
          Sendiri, ya hanya sendiri dikamar biru ku ini. Hanya bertemankan angin yang datang mengusik dibalik jendela kamar ku.
          Terdengar azan yang masih berkumandang didaun telinga ku. Dalam sujud ku, dalam do’a ku, ku titipkan sejuta harapan dan impian akan masa depan ku, untuk orang tua ku, untuk keluarga ku, dan untuk kerabat-kerabat ku.
          Hingga ujung waktu, aku tak akan jenuh dengan semua ini. Tak akan ku inginkan rasa jenuh singgah menyelinap dikehidupan ku yang baru ini. Tak akan dan tak akan pernah.
          Waktu itu aku benar-benar merasa sendiri, memang sendiri. Hidup sendiri dan jauh dari orang tua. Tapi entah kenapa, aku merasa bahagia sekali. Bahagia yang tak tertandingi, seperti seekor burung yang baru lepas dari sangkar emasnya. Ya Rabbi, terimakasih atas nikmat bahagia itu, terimakasih atas pagi yang indah itu, terimakasih Ya Rabb.
           “Seperti membuang seekor kucing yang dekil dan kotor.” Sedih, ya memang sedih. Hahaha, biarkan aku tertawa sebentar, biarkan aku melepaskan semua kegundahan ini. Ingin aku berteriak sekencang-kencangnya “AKU INI BUKAN TEBU, HABIS MANIS SEPAH DIBUANG.”
          Aku berusaha melupakan apa yang telah terjadi disangkar emas itu. Yang lalu biarlah berlalu. Memaafkan itu indah. Seperti pesan Ibu ku “Nak, sebesar apapun kesalahan yang telah orang lain lakukan pada mu, maka maafkanlah. Sesungguhnya ALLAH itu tidak pernah tidur, Nak. ALLAH tau, siapa yang benar dan siapa yang salah. Bersabarlah.”
          “Sendiri? Kenapa aku harus takut dengan kesendirian? Buktinya, matahari saja sendiri.” Oh ternyata aku salah, salah besar. Sesungguhnya kita tak pernah sendiri, karena ALLAH selalu ada untuk kita. Buktinya, matahari tak pernah sendiri, karena ALLAH telah menciptakan bunga matahari yang selalu setia mengikuti cahayanya, karena ada bunga matahari yang selalu mengikuti arah matahari. Dan dunia tidak akan seindah ini jika tanpa matahari.
          Waktu itu, aku pernah berkata pada sahabat ku, namanya Susi.
“Si, aku benar-benar sendiri disini. Orang tua ku jauh disana, keluarga ku jauh disana, siapa lagi saudara ku disini?”
“Jangan sedih Wi, masih ada aku. Aku ini saudara mu, kamu itu saudara ku. Kita sama-sama merantau disini. Kita sama-sama mengejar cita-cita disini,” ucapnya sambil menggenggm erat tangan ku.
Terimakasih Ya Allah atas nikmat bahagia ini. Terimakasih untuk kedua orang tua ku dan keluarga ku, yang telah menyayangi ku sepenuh hati. Terimakasih sahabat ku tercinta, Uni, Ita, Susi, Nia, Aisyah, Julia, dan sahabat HIMAMIA yang lainnya. Makasih Ayuk tetangga dikosan ku, Ayuk Tin, Ayuk Desi, Ayuk Debol, dll. Makasi kawan sekosan ku, Nina, Dodo, Yupa, dan Enik.
Ya ALLAH, ternyata masih banyak orang yang mencintai dan menyayangi ku. Ya ALLAh, terimakasih. “AND I’M NOT ALONE IN THE HERE, THANKS GOD”
         
         

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Hallo... Perkenalkan, saya Haulia Dwi Putri, konsultan JAFRA Bengkulu. Aku akan membantu kamu menemukan solusi atas permasalahan kulitmu. Silahkan konsultasi dulu sebelum mebeli produk JAFRA yah? Konsultasinya GRATIS. More info : BBM : 7F7EA6CB WA : 087745074419

About

Blogger news

Blogroll

Blogger templates