Selain itu ada hal unik lainnya yang saya temukan disini. Misalnya tentang masakan, nama masakannya itu lucu-lucu. Ada "Gerodot" (Terung yang dimasak seperti rendang). Terung direndang? Kalo orang minang sih, daging yang direndang. Tapi rasanya enak banget loh. Selain "Gerodot" ada lagi temannya yang lain. Namanya "Sambal Uap" padahal masaknya nggak diuap tapi direbus dan ditemani dengan tempe goreng. "Sambal Uap" ini menjadi favorit saya selama disini.
Dan inilah hasil masakan saya dan tante. Taraaa :)

Selain tentang masakan, saya juga menemukan hal unik lainnya disini. Misalnya anak-anak. Anak-anak disini itu unik-unik banget. Misalnya yang satu ini, ni.
Anak yang satu ini, namanya M. Daffa Adisya. Teman-temannya memanggilnya dengan sebutan "Daffa." Tapi dirumah kami memanggilnya "Abang" meskipun masih 9 tahun tapi udah jadi "Abang", hebat kan si Daffa? Anak yang satu ini adalah anak paling aneh diantara anak-anak yang lain. Hobby nya, nyari batu (Lebih tepatnya "batu cincin"). Tiap hari bersepeda, main basket, main bola kaki, main game OnLine, kadang-kadang main bekel juga (hehhehe), tiap pagi nonton spongebob, lebih parah lagi Si Daffa ini suka ngompol dan yang tak pernah ketinggalan adalah "Mencari Batu Cincin." Cita-citanya tambah aneh lagi, katanya dia ingin menjadi "Dukun" lebih tepatnya (Pawang Hujan) mungkin karena virus batu cincin kali ya? sehingga Si Daffa ini ingin sekali menjadi dukun. Tapi sebagai Kakak, saya ikut bangga sama Abang (Daffa) karena selalu dapat peringkat dikelasnya. Good Child :)
Sekarang kita lanjut ke anak Unik berikutnya. Ini Dia.
Anak yang satu ini namanya Alvin. Yang ini lebih parah lagi dari anak yang pertama tadi (Daffa). Kalo tidur suka Ngigau, suka nendang-nendang, penakut kelas kakap, kalo makan nggak pernah cuci tangan (Hahaha becanda, dicuci sih tapi jika disuruh aja), lebih parah lagi nih pas ujian kenaikan kelas. Pertama nilainya membanggakan sekali dapat 80, hari berikutnya dapat 70, berikutnya 60, berikutnya 50, berikutnya 40, berikutnya 30, berikutnya 20, berikutnya 10, dan terakhir "Nol Besar". Saya juga nggak habis pikir kenapa hari pertama Si Alvin ini dapat nilai 80 mungkin saja dia nyontek sama yang dapat ranking 1, mungkin. Si Alvin ini makannya lahap banget, anehnya kok nggak gede-gede ya? Trus, Si Alvin ini anaknya nggak nyambung banget. Pas kami main "Pancasila" sama Daffa, Wa Iit, Alvin dan saya sendiri, dianya nggak nyambung banget. "Pancasila ada beraaaaaapa?" kami berempat serentak mengacungkan tangan. "A". "Ayam" si Daffa menjawab. "Anjing" Wa Iit menjawab. "Angsa" saya menjawab. "Bebek" si Alvin menjawab. "Vin, kita kan main 'A' bukan main 'B'". Anehkan anak yang satu ini. Kalo membahas anak yang satu ini nggak pernah selesai deh kayaknya. Yuk kita lanjut ke anak berikutnya.
Ini Dia, anak Unik berikutnya. Taraaaa simanis Chacha.
Hahaha anak yang satu ini nggak kalah unik dari anak yang tadi (Daffa dan Alvin). Kalian pasti kenal Ajiz Gagap kan? Tokoh wayang di OVJ itu loh. Nah si Chacha ini sama persisnya sama Om ajiz.
"Yu yu yuk (Ayuk makasudnya. Ayuk itu panggilan untuk kakak) itu apa ya yuk?" sambil liat akuarium. "Aduh Chacha, ya ikan lah. Emangnya kerbau bisa masuk dalam akuarium."
"Yu yu yuk, diatas itu apa ya?".
"Aduh Chacha, itu kan loteng sayang. Nggak mungkin kan tembok."
Anak yang satu ini memang suka bertanya hal-hal yang nggak jelas. Tapi manis sih anaknya. Lucu, cantik, imut, menggemaskan.
"Cha, besok datang kerumah lagi ya?" hahhaha.





