Ini Dia, Taraaaa....
Cantikkan??? (Ayo ngaku). "Cantik darimana coba?"
Yuk kita lanjutin lagi. Dulu, waktu saya masih kecil "Uwa" (Nama kesayangan untuk kakak laki-laki dalam Bahasa Kerinci) sangat dekat dengan saya. Dekaaaaaaaat banget, seperti lem tikus (Aduh lebbay lagi deh). Uwa saya itu berbanding sepuluh ribu dengan saya. Saya mancung (Eh salah). Saya pesek sedangkan Uwa saya Mancung. Saya pendek sedangkan Uwa saya tinggi. Saya Item sedangkan Uwa saya putih. Saya jelek sedangkan Uwa saya ganteng. "Oh Mak, kenapa saya seperti ini?" (Aduh lebbay lagi). Tapi, saya cukup bangga dengan yang saya punya. Saya baik (Ceh ilaaah) sedangkan Uwa saya tidak terlalu baik. Saya ramah (Ceh ilaaah, tambah parah) sedangkan Uwa saya Cuwek. Saya pinter (Ceh ilah, tambah parah lagi deh) sedangkan Uwa saya tidak terlalu pinter, pinter masak maksudnya (Wkwkwkkw). Saya rajin (Udah Dwi, berhenti memuji diri sendiri) sedangkan Uwa saya pemalas. Saya nggak pernah marah (Stop Dwi) sedangkan Uwa saya marah terus. Saya suka nyanyi-nyanyi dikamar sedangkan Uwa saya suka nyanyi dalam hati (Siapa yg mendengarnya?). Pokoknya, saya dan Uwa berbeda sekali.
Yuk kita lanjutin lagi. Dulu, waktu saya masih kecil "Uwa" (Nama kesayangan untuk kakak laki-laki dalam Bahasa Kerinci) sangat dekat dengan saya. Dekaaaaaaaat banget, seperti lem tikus (Aduh lebbay lagi deh). Uwa saya itu berbanding sepuluh ribu dengan saya. Saya mancung (Eh salah). Saya pesek sedangkan Uwa saya Mancung. Saya pendek sedangkan Uwa saya tinggi. Saya Item sedangkan Uwa saya putih. Saya jelek sedangkan Uwa saya ganteng. "Oh Mak, kenapa saya seperti ini?" (Aduh lebbay lagi). Tapi, saya cukup bangga dengan yang saya punya. Saya baik (Ceh ilaaah) sedangkan Uwa saya tidak terlalu baik. Saya ramah (Ceh ilaaah, tambah parah) sedangkan Uwa saya Cuwek. Saya pinter (Ceh ilah, tambah parah lagi deh) sedangkan Uwa saya tidak terlalu pinter, pinter masak maksudnya (Wkwkwkkw). Saya rajin (Udah Dwi, berhenti memuji diri sendiri) sedangkan Uwa saya pemalas. Saya nggak pernah marah (Stop Dwi) sedangkan Uwa saya marah terus. Saya suka nyanyi-nyanyi dikamar sedangkan Uwa saya suka nyanyi dalam hati (Siapa yg mendengarnya?). Pokoknya, saya dan Uwa berbeda sekali.
Kangen digendong oleh Uwa :'( .
Kangen 18 tahun yang lalu. Rumah kita masih jelek waktu itu :'( .
So sweet kan. Lagi pegangan tangan (Tapi kenapa saya item banget ya?)
Huhuhu jadi pengen nangis deh. "Aduik (Nama kesayangan untuk Adik dalam Bahasa Kerinci) Kangen Uwa." Kangen saat disuruh nyuci bajunya yang kotor dan menumpuk sebataliyon dikamarnya. Kangen dimarahi karena sering tidur sampe larut malam. Kangen saat disuruh ini-itu. Kangen saat nyetrika baju kantornya kalo pagi snen. Kangen saat disuruh masangin dasi dikerah bajunya(Ini paling romantis loh, kayak di Film-film gitu) padahal kan bisa sendiri. Kangen saat rebutan makanan. Kangen saat rebutan acara TV. Kangen saat berantem dan nggak saling tanya dalam beberapa hari. Kangen matanya yang tajam saat marah. Kangen senyumnya yang manis saat bahagia. Pokoknya "You Are My Best Brother."
Terus, aku kangen dengan seorang wanita yang berhati mulia. Yang sering ku kencingi setiap malam ketika aku masih bayi, bertahun-tahun aku kencingi tapi Beliau tetap tersenyum juga. Yang sering ku ganggu tidurnya setiap malam, bertahun-tahun. Aku nakal, aku bandel, aku rewel waktu itu. Aku sering nangis nggak jelas. MInta dibeliin Ice Cream ketika tukang es lewat. Minta dibeliin Roti ketika tukang roti lewat. Aku pun tak peduli, entah Beliau punya duit ataupun tidak. Aku nggak mau makan kalo nggak disuapi, aku nggak mau mandi kalo nggak dimandiin, aku nggak mau ke sekolah kalo nggak diantar, aku nggak mau nyisir rambut jika nggak disisir. "Oh Mak, Maaf, betapa durhakanya aku waktu itu." Mak, anakmu yang rewel itu sudah besar sekarang. Umurnya 18 tahun, rambutnya udah nggak kusut lagi, makannya udah bisa sendiri (Masak udah pinter banget, ciyeee), nggak pernah nangis lagi, nggak bandel lagi, nggak pernah jajan sembarangan lagi. Pokoknya, Mak tenang saja ya dikampung. Dwi disini bisa kok jaga diri baik-baik. Pokoknya nggak bakalan membuat Mak dan Abak kecewa. Mak dan Abak yang sehat ya? Tunggu anak mu sukses, tunggu anak mu menepati janjinya "Akan membawa Mak dan Abak ke kota Mekkah, bareng. Kalo anak mu sukses dan punya banyak duit."
"Aduik kangen."
Terus, aku juga merindukan sosok laki-laki yang penuh kasih, penuh sayang, penuh dengan ketulusan. Sosok laki-laki yang sabar, kalem, sopan, tidak banyak bicara, penuh nasehat, penuh cerita, hangat dan lucu. Yang sering marah ketika aku lupa makan karena harus menyelesaikan semua Pe Er Pe Er ku. Yang selalu marah ketika aku semalaman depan komputer karena harus menyelesaikan tugas akhir semester. Yang sering marah ketika aku lupa solat. Yang sering marah ketika aku bangun kesiangan pada hari minggu. Dan aku tau, semua itu karena Abak sayang aku.
Kangen Abak.
Hum, kangen nenek. Waktu aku kecil selalu dikasih duit (Hehehe), selalu mencubit pipi ku, mencium kening ku, menggendong ku, membuatku tertawa, dan membuat ku berhenti menangis. Tapi, ketika aku udah besar, aku malah jarang datang ke rumah. Pas ditanya, alasan ku itu-itu aja. "Nggak sempat Nek, sekolah pulangnya sore, nggak sempat kemana-mana." "Trus, hari minggu ngapain aja dirumah, Cu?". Aku hanya menggeleng, nggak bisa menjawab apa-apa. Dulu, Nenek nggak pernah bilang nggak sempat ketika aku ingin digendong olehnya, entah hari senin, selasa, .... minggu... kapan aku datang, Nenek siap. Nah sekarang, aku datang kerumah paling-paling sebulan sekali, kadang nggak pernah sama sekali. Ketika aku bilang "Mau Berangkat", Nenek sedih banget. Katanya, kalo sampe dirantau orang, jangan nakal, tetap jadi anak yang baik. Love You (Grand Mom).
Hum, ada lagi yang paling aku kangenin. Dua orang sahabat ku, yang lucu, asyik, seru, apa adanya, menyenangkan, baik, ramah, dan masih banyak lagi.
Kita bersahabat dari SMP (Liat tuh potonya, rambutnya masih dikepang dua, dasinya masih biru, masih ABG, masih PD kalo nggak pake jilbab) Tapi kebanyakan orang berkata bahwa kita bersahabat dari kecil. Dan bahkan banyak yang bilang kalo kita itu bersaudara (Saking akrabnya). Mama mu, mama ku juga. Mak ku, mak mu juga. Papa mu, Papa ku juga. Abak ku, Abak mu juga. Cuy, aku kangen. Kangen saat gila-gilaan dikamar mu. Kangen saat baca novel seharian, kangen saat main volly didesa seberang (Kita perginya nggak bilang-bilang, takut ada yang marah) hehehhe, kangen curhat-curhatan dengan mu diruang tamu, kangen saat makan bareng, dan pokoknya aku kangen sama Uni.
Aku kangen Ita Maria. Sahabat sekonco ku. Sahabat seperjuangan. Teman curhat ku. Kangen saat SMA, biasanya selalu kesekolah bareng, dingin. Pulangpun bareng. Kita pernah telat karena motor kita mogok. Kita pernah dorong motor sekian jauhnya karena kehabisan bensin. Pas ramadhan kita telat terus karena bangun kesiangan. Kangen saat nyanyi-nyanyi diatas motor dipagi hari menuju sekolah. Kangen saat pintu gerbang tertutup karena telat. Kangen saat bersama mu.
Kangen :(











