Putih abu-abu ku telah berlalu. Sedih, sedih memang. Banyak hal yang terlukis indah dikampas kenangan yang tak mungkin bisa terhapus.
Tiga tahun yang lalu, aku dan kalian semua melangkahkan kaki digerbang yang terasa asing. Ya, itulah hari pertama kita menginjak kaki disana. Topi kerucut, tas plastik, dasi pete, ikat pinggang sampah, ikat rambut yang super banyak, sepatu warna-warni, kaus kaki warna-warni, hahaha kita lucu, lucu sekali. Mirip orang gila, mirip sekali. Tapi, anehnya, kita bahkan tidak tertawa dan tidak ingin menertawakan yang lainnya, kita tampil biasa-biasa saja.
Hum, kita tidak saling kenal. Aku bahkan lupa, bagaimana awalnya kita berkenalan. Semuanya mengalir.
Dua tahun yang lalu, kita bertemu dalam sebuah ruang yang sangat aku rindukan hingga detik ini. Pintunya berwarna hijau tua, dindingnya berwarna merah bata dan kuning, tiang-tiangnya seakan-akan memagar, tertulis sebuah tulisan diatas pintu berwarna hijau tua itu "Kelas XI IA 2". Ya, disinilah awal cerita kita.
Tas baru, buku baru, teman baru, kelas baru, suasana baru, semuanya baru. Hum bahkan baru saja terasa, bahwa kemaren kita ulangan Matematika. Rasanya baru kemaren kita jajan dikantin. Rasanya baru kemaren kita ngumpul-ngumpul didepan kelas. Rasanya baru kemaren kita melakukan hal yang gila dalam ruangan itu. Rasanya baru kemaren kita bertemu diruangan ini.
Masih ingat tidak, ada banyak hal yang selalu ku ingat. Pas ulangan, banyak sekali yang super sibuk. Membuat catatan kecil yang disimpan didalam dasi, laci meja, dan tempat-tempat yang tidak seorang pun tau. Hal yang paling kita sukai adalah ketika ulangan dibatalkan. Sekelas serentak berkata "Horeee." Apalagi jika ada pelajaran Matematika, Fisika, dan Biologi (Hari kamis kita belajar itu) pas jam 10, lonceng udah berbunyi (Ada acara, mungkin rapat guru dan lain sebagainya), kita senang sekali, bahkan sampai loncat-loncat karena kegirangan.
Trus, pelajaran yang palin kita benci adalah SBK. Kita belajar jadi arsitek. Bikin meja, bikin kursi, bikin sketsa ini-itu dan masih banyak lagi. Tau tidak, kita paling takut jika tidak mebawa "Rol siku-siku", karena bisa diskor beberapa minggu. Saat itu, rol siku-siku adalah harta yang paling berharga.
Hahaha apalagi waktu belajar sore. Udah pada laper, udah bau keringat, tapi kita tetap belajar padahal tidak belajar. Cuma duduk, diam, catat, dengar, itu lebih baik dari pada diusir dari kelas. Ada yang mulai ngantuk, ada yang nguap, ada yang chatting, ada yang main game, ada yang ngobrol, ada banyak hal lainhya yang tidak bisa ku sebutkan. Tapi, hebatnya, guru kita nggak tau kalo kita tidak memperhatikan "Si Papan Tulis."
Kalo guru kita permisi sebentar (Mungkin ke toilet, mengangakat telpon, makan, dan lain sebagainya). Kita malah memanfaatkan hal itu. Berpose dikelas dengan gaya-gaya alay. Main kejar-kejaran pake sapu. Hahha aku kangen masa-masa ini.
Habibi dan Ainun ala Anak Garuda (Gerakan anak ipa dua)
Saat belajar sore. Sebelum Pak Guru dan Buk Guru masuk ke kelas.
Soal cinta. Ada yang terjebak cinta lokasi. "Ciyeeee" kata-kata itu selalu ada. Hahaha jadi kangen sama dua orang paling menyebalkan dikelas. Dua laki-laki yang duduk dibelakang meja ku. Yang sering goyang-goyangin meja pas aku sedang serius belajar. Yang sering nsuk-nusuk punggung pake pena kalo mau nyontek. Yang sering minta lembar jawaban ku ketika ulangan. Yang sering mengeledekku, yang sering mengerjaiku, yang sering bertingkah gila. Hahaha aku kangen mereka.
Hahaha yang pake baju biru sering sekali mencomblangi ku sama yang pake batik hijau. Teramat sering, kalo aku dan yang pake batik hijau lagi marah, yang pake baju birulah yang jadi badutnya (penghibur). Hahaha aku kangen dua orang ini. Sahabat ku, dimanakah kalian sekarang? Bisakah kita bertemu? Aku ingin menjeweri telinga kalian berdua, soalnya kalian terus membuat ku kangen.
Moment saat bersama Ahmad Hafizd.
Aku telah bercerita panjang lebar hingga aku lupa dengan pepatah lama "Dimana ada pertemua, disitu ada perpisahan." Ah, pada dasarnya aku malas sekali menceritakan hal yang satu ini.
Hari itu kita nggak pake seragam. Seragam putih au-abunya tertata rapi dilemari. Kita pake seragam yang lain. Sesuai dengan tema perpisahan kita. Aku bahkan berulang-ulang kali menata make up ku, karena terlalu sering mengeluarkan air mata. Bahkan belum sampe puncak acara. Apalagi, pas lihat cewek-cewek cerewet, teman sekonco ku. Lily kartiana, Noza Yulintan, Mayzura, Firsty Amalina, Aggun Mustika, Ilvia Rahmanisa, Deni Fitriani, Winda Novalia, dan masih banyak lagi. Mereka terlihat cantik hari itu.
Kita berpelukan, erat, erat sekali. Lama, lama sekali. Sesekali kita menghapus air mata, sambil bercerita tentang hal-hal lucu selama ini. Kita bahkan tertawa dalam tangis. Kita menyanyika lagu "Ada cerita tentang masa yang indah, saat kita berduka, saat kita tertawa......." Sambil berkata "Aku sayang kalian, aku cinta kalian, jangan lupakan aku."
Hum, kini abu-abu itu telah berlalu, kawan. Akupun sedang berusaha mencari teman baru yang lucu seperti kalian. Sukses selalu untuk kalian yang disana. Moga kita bisa ketemu dilain waktu.
Dimusholla.
Saat mencuri pisang dibelakang sekolah :D
Kita lagi praktek renang :D
Saat dikebun :D
Baju Club baru :D
Atlit Volly kelas IA 2.
Lagi galau mikirin Ujian Nasional
Belajar di musholla
Yang sering nongkrong dibawah pohoin beringin.
Aku kangen kalian, Kawan. :D