Asal Usul Nama
Semerap
Nama
Semerap bukanlah diambil dari nama gunung, kayu, batu, danau, dan lain
sebagainya. Tapi nama Semerap diambil dari bahasa jawa kuno yaitu SMREP yang
berarti nampak dari jauh (Pandangan dari jauh).
Semerap
sekarang ini sudah banyak perubahan. Pembangunan yang sudah mengikut arus
zaman, masyarakat yang mempunyai solidaritas yang tinggi, simpati dan empati
yang tinggi, bermasyarakat, ramah, agamis tapi tetap menjaga kelestarian adat
dan patuh pada adat istiadat. Masyarakat Semerap sudah bertebaran kepenjuru
Nusantara, mulai dari ujung timur (Irian Jaya) sampai ke ujung barat (Aceh),
bahkan sudah sampai ke Negeri Jiran, Malaysia dan sudah membuat perkampungan
disana yaitu Perkampungan Semerap Malaysia.
Semerap
dahulunya diperintah oleh Empat Rio yaitu Rio Dapsah, Rio Temenggung, Rio Jayo
dan Rio Sangajo yang mempunyai wilayah-wilayah tertentu. Keempat Rio tersebut adalah anak dari orang
yang pertama mengajun mengarah Desa Semerap yaitu Nenek Sanggodirajo.
Nenek
Sanggodirajo adalah Nenek moyangnya orang Semerap. Beliau berasal dari
Jawa-Mataram, kemudian pindah ke Sumatera Barat (Pagaruyung). Setelah sekian
lama, beliau ingin mencari sanak saudara perempuannya yang telah lama
meninggalkan tanah Pagaruyung. Lalu beliau mencari sanak saudara perempuannya
itu dengan mendaki puncak hingga sampailah beliau di Kerinci.
Setelah
sampai di Kerinci, beliau menetap di Pulau Sangkar kemudian barulah beliau
pindah ke Semerap dan menetap di Semerap sampai melahirkan empat orang Rio
(Anak). Keturunan 4 orang Rio inilah
orang asli rakyat Semerap yang berhak mewariskan Pusako Rio yang Empat.
Jadi
hubungan Semerap dengan Pulau Sangkarialah satu keturunan yaitu keturunan
Sanggodirajo. Pada masa dulu, bila terjadi Sengketa di Semerap (Sengketa Adat) maka
untuk mendapatkan undang-undang harus ke Pulau Sangkar. Tetapi sekarang hak
untuk menghukum, mengajun, mengarah adalah Hak Depati Ninik Mamak orang Semerap
sendiri karena orang Semerap sudah mendapatkan gelar Pusako Depati Mudo yang
asalnya dari pulau sangkar.
Adapun
adat istiadat Desa Semerap adalah setiap
satu tahun sekali Rakyat Semerap mengadakan Kenduri Sko yang tujuannya adalah
pertama meneliti kembali kalau ada adat yang lapuk dihujan dan lekang dipanas.
Kedua, mensyukuri nikmat yang telah ALLAH
berikan. Ketiga, untuk memperingati hari jadinya Depati Mudo di Semerap.
Adat
Desa Semerap ialah keatas sepucuk, kebawah seurat, yang sumbernya ialah :
a.
Adat yang sebenar adat (Diasak layu, dicabut
mati) Bersandi sarak, bersandi kitabullah.
b.
Adat yang
diadatkan (Dasar Musyawarah).
c.
Adat nan teradat (Lain lubuk, lain ikan. Lain
padang, lian belalang).
d.
Adat istiadat (Turun Temurun).
Adapun tingkat kaum adat ialah :
1.
Depati
2.
Pemangku Adat
3.
Ninik Mamak
Yang cara pengangkatannya ialah :
1.
Depati naik dengan Pusako menghangus beras 100
kerbau seekor.
2.
Ninik mamak dengan menghangus beras 20 kambing
seekor.
Dengan adanya ajaran-ajaran adat,
khusus generasi penerus bangsa, setidaknya kita bisa membedakan mana yang alur
dan mana yang dipatut. Pada hakikatnya bisa menempatkan rakyat Semerap pada martabat yang tinggi hingga memiliki
akhlakul qarimah dan akhlakul mahmudah sehingga kelak dapat menegakkan keadilan
yang seimbang dengan arti kata Desa yang aman dan makmur serta bisa menjadi
panutan bagi banyak orang.
Janganlah para kaum muda menjadi
pembangkang dan pemberontak adat. Pesan terakhir dari tokoh-tokoh adat pada
kaum muda (Pemuda), jagalah keadilan didalam Desa.
Raja adil Raja disembah, Raja
zalim Raja disanggah, Negeri aman padi menjadi, ternak gemuk rumputnya muda,
air jernih ikannya jinak, rantau senang teluk tak susah, raja sekata malin
sekitab, dengan arti kata harus ada prinsip sandar menyandar ibarat aur dengan
tebing.
* di copas dari Mamak (Abak Abang Ilko) wakteu nak Tugas Bahasa Indonesia
** Selamat membaca, semoga bermanfaat
About Semerap
* di copas dari Mamak (Abak Abang Ilko) wakteu nak Tugas Bahasa Indonesia
** Selamat membaca, semoga bermanfaat
About Semerap
Desa Ku
Jalen Incong








Numpoang Copas Cik Dwi ..
BalasHapus..
BalasHapus